Selasa, 07 Maret 2017
Rabu, 19 November 2014
Kosakata Korea 2
잘 지내요
Ya, jaga diri sampai bertemu lagi.
네, 다음에 볼 때까지 잘 지내요.
Selamat tinggal.
잘 지내세요.
Bagaimana kabar Anda dengan kekasih laki-laki Anda?
남자 친구와 잘 지내죠?
Ya, semuanya baik-baik saja.
네, 모두 잘 지내고 있어요.
Baik-baik saja. Bagaimana kabar Anda?
잘 지내고 있어요. 당신은요?
Terima kasih, saya pulang membawa kenangan yang baik.
고맙습니다. 잘 지내다 갑니다.
Ya, saya dan kekasih laki-laki saya baik-baik saja.
네, 저와 제 남자친구는 잘 지내고 있어요.
meniga hari
Kata Dasar 지내다
① meléwati ② meléwatkan waktu ③ menjalani
도지사를 지냈다
Dia mantan gubernur.
장사지내다
me nguburkan; memakamkan
장례를 지내다
mengadakan upacara pemakaman
이웃과 의좋게 지내다
mempertahankan hubungan baik dengan tetangga
무간하게 지내다
berhubung intim dengan; bersahabat erat
기우제를 지내다
diadakan ritual hujan
그날그날지내다
hidup dari hari ke hari; hidup seninkamis
어지간히 지내다
agak kaya; mendapat nafkah yang layak
나이도 동갑인데 말을 트고 지내자
Mari kita bicara seperti teman (bicara secara informal) karena kita adalah usia yang sama.
(조상에게) 제사 지내다
mengadakan (melakukan) upacara peringatan leluhur
원만히 지내다
hidup harmonis
겨우 벌어먹고 지내다
hidup dengan susah payah
초례를 지내다
merayakan upacara pernikahan
즐겁게 지내다
hidup dengan gembira; mempunyai masa yang menyenangkan
외로이 지내다
hidup sendirian; hidup kesepian (kesunyian)
어떻게 지내느냐
Bagaimana keadaanmu?
(사람이 죽은 뒤) 3일째 되는 날을 추모하다, 삼일제를 지내다
Siapatah yang suka bergaul dengan orang yang jahat itu?
그렇게 나쁜 사람과 친하게 지내려고 하는 사람이 누구겠어?
Hari Minggu kami sering bermalas-malas .
일요일에 우리는 종종 놀고 지낸다
Sudah lebih sebulan ia membisu saja, tidak mau memberi kabar.
그는 이미 한 달이 넘게 소식을 전하지 않고 조용히 지냈다.
Selasa, 18 November 2014
Kamus Mini Bahasa Korea
1. Saat berjumpa ( 만났을 때 )
- 안녕하십니까 Annyeong hasimnika (formal)
- 안녕하세요 Annyeong haseyo (informal)
==> “selamat, baik pagi, siang, sore ataupun malam”
- 안녕하세요 Annyeong haseyo (informal)
==> “selamat, baik pagi, siang, sore ataupun malam”
- 처음 뵙습니다 cheo eum boepsemnida bisa
- 만나서 반갑습니다 mannaseo bangapseumnida
- 만나서 반가워요 mannaseo bangaweoyo
==> “apa kabar”
- 만나서 반갑습니다 mannaseo bangapseumnida
- 만나서 반가워요 mannaseo bangaweoyo
==> “apa kabar”
2. Saat jumpa setelah lama tidak bertemu ( 오랜만이 만날 때 )
- 오래만이에요 oraemaniyeyo => ” lama tidak berjumpa anda “
- 잘 지내셨어요 jal jinae syeosseoyo => ” baik2 saja kan..?”
- 잘 지내요 jal jinaeyo => “baik-baik saja”
3. Bertemu waktu pagi hari ( 아침 만났을 yk때 )
- 안녕히 주무셨습니까 Annyeonghi Jumusyeotseumnikka => ” apakah tidur anda nyenyak..?”
- 좋은 아침이에요 joheun achimieyo => ” selamat pagi “
4. Salam waktu malam ( 밤에 인사 )
- 안녕히 주무세요 Annyeonghi jumuseyo => ” selamat tidur”
- 잘자 jalja / 좋은 꿈꿔 Joheun kkum kweo => “selamat tidur”
- 잘자 jalja / 좋은 꿈꿔 Joheun kkum kweo => “selamat tidur”
5. Salam waktu berpisah ( 헤어질때 인사) :
- 안녕히 가세요 Annyeonghi Kaseyo => ” Selamat jalan “
- 안녕히 게세요 Annyeonghi Kyeseyo => ” Selamat tinggal ”
- 또 뵙겠습니다 ddo bwepkessemnida
- 또 만나요 ddo mannayo
==> “sampai jumpa lagi”
- 또 만나요 ddo mannayo
==> “sampai jumpa lagi”
6. Salam waktu keluar rumah ( 외출 할때 )
- 다녀 오겠습니다 Danyeo ogessemnida (formal)
- 갔다 울게요 katda ulgeyo (informal)
==> *ungkapan untuk berpamitan
- 갔다 울게요 katda ulgeyo (informal)
==> *ungkapan untuk berpamitan
- 다녀 왔습니다 Danyeo wasemnida => *ucapan ketika sampai dirumah
- 다녀 오세요 Danyeo oseyo / 잘 갔다 왔어요 jal katda wasseyo => *yang menjawab salam
7. Ucapan waktu makan ( 식사할 때 )
- 맛있게 드세요 masitge deuseyo => ” selamat menikmati ”
- 잘 먹겠습니다 jal meokgessseumnida => ” terima kasih (saya akan makan dengan menikmati)“
*jika ada yang datang saat kita makan:
- 식사 하세요 siksa haseyo => “silahkan makan”
- 식사 하세요 siksa haseyo => “silahkan makan”
- 많이 드세요( manhi deuseyo ) ” makanlah dengan banyak “
8. Saat memberi ucapan selamat ( 축하할 때 )
- 축하 드립니다 chukha deurimnida
- 축하 합니다 chukha hamnida
==> ” Selamat….. ”
- 축하 합니다 chukha hamnida
==> ” Selamat….. ”
- 생일 축하 합니다 saengil chukha hamnida => “selamat ulang tahun”
- 결혼 축하드려요 gyeolhon chukha deuriyeoyo => ” selamat menikah ”
- 단식 축제 일 축하 합니다 dansik chukje il chukha hamnida =>” selamat hari lebaran “
9. Mengucapkan rasa terima kasih ( 감사할 때 )
- 감사합니다 gamsahamnida
- 고맙습니 gomapseumnida
- 고마워요 gomawoyo (informal)
- 고맙습니 gomapseumnida
- 고마워요 gomawoyo (informal)
*dengan teman sendiri atau yang lebih sedikit usianya bisa
- 고마워 gomaweo / 고맙다 gomapda
==> ” terima kasih “
- 고마워 gomaweo / 고맙다 gomapda
==> ” terima kasih “
10. Ucapan meminta maaf ( 사과할 때 )
- 죄송합니다 joesonghamnida
- 미안합니다 mianhamnida
- 미안해 mianhae (informal)
==> ” Maaf “
- 미안합니다 mianhamnida
- 미안해 mianhae (informal)
==> ” Maaf “
- 괜찬습니다 gwaenchanseumnida (formal)
- 괜찬아.. gwaenchana (informal)
==> ” Tidak apa-apa “
- 괜찬아.. gwaenchana (informal)
==> ” Tidak apa-apa “
- Yeongseohasipsio => ” maafkan saya “
- Sillyehamnida => ” Maafkan saya (permisi) “
- Jalmothaeso / Joesonghaeyo => ” Maaf, saya salah “
- Sillyehamnida => ” Maafkan saya (permisi) “
- Jalmothaeso / Joesonghaeyo => ” Maaf, saya salah “
11. Ucapan saat tahun baru ( 새해 인사 )
- 새해복 많이 바드세요 saehaebok manhi badeuseyo => ” selamat tahun baru (semoga engkau mendapatkan banyak kebahagiaan ditahun baru) “
- 새해복 많이 받아..saehaebok manhi bada => ” *kepada yang lebih muda sebagai jawabnya”
12. Ucapan Akhir pekan ( 주말 인사 )
- 주말 잘 지내세요 jumal jal jinaeseyo
- 좋은 주말 보내세요 joheun jumal bonaeseyo
==> ” selamat akhir pekan”.
- 좋은 주말 보내세요 joheun jumal bonaeseyo
==> ” selamat akhir pekan”.
13. Ucapan ketika di Toko ( 가게에 있을 때 )
- 어서 오세요 eoseo oseyo => ” selamat datang ”
- 뭘 도와 드릴까요 mwol dowa deurilkkayo => ” apa yang bisa saya bantu ”
- 많이 파세요 manhi paseyo => “menjual lah yang banyak ”
- 수고하세요 sugo haseyo => ” terima kasih dan selamat bekerja dengan baik “
Minggu, 18 Agustus 2013
Standar Kamus Bahasa Korea
Kamus Bahasa Korea banyak sekali kita jumpai di toko buku di Indoneisa, banyak ragam dan macamnya dengan harga bervariasi sebagai pelengkap dalam belajar bahasa korea.
Fungsi dan Manfaat Kamus
B. Fungsi dan Manfaat Kamus.
Kamus merupakan buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang makna, pemakaian dan terjemahannya. Berbeda dengan kamus, sebuah acuan yang memberikan uraian tentang berbagai cabang ilmu atau bidang ilmu tertentu dalam artikel-artikel terpisah, maka disebut ensiklopedi, sedangkan bila kata-kata tersebut tidak disusun secara alfabetis melainkan disusun atas dasar pengelompokan hiponim, sinonim dan antonim, maka disebut tesaurus.
Kamus berguna membantu para pemakai untuk mengenal kata-kata baru berikut maknanya. Selain menerangkan makna kata, kamus juga memuat cara-cara mengucapkan kata tersebut, menerangkan asal kata serta memberikan contoh-contoh penggunaannya dalam masyarakat. Sebagaimana dikatakan pula oleh Samuel Johnson, Bapak leksikografi Inggris, Penyusun Dictionary of the English Language (1755 ), bahwa fungsi kamus adalah memelihara kemurnian bahasa. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Noah Webster, bapak leksikografi Amerika, penyusun An American Dictionary of The English Language (1882). Sedangkan Dr. Hamid Shadik Qatibi memandang kata kamus merupakan sinonim dari kata mu’jam dan memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Menemukan makna sebuah kata
2. Menetapkan palafalan dan cara pengucapan
3. Menetapkan ejaan
4. Menelusuri asal asul sebuah kata
5. Membedakan antara kata yang tak lazim dan tak terpakai serta menjelaskan kata-kata yang murni dan serapan
6. Mengetahui sinonim dan antonym
7. Penggunaan kata-kata sastra dan peribahasa
8. Pengetahuan yang bersifat ensiklopedia.
Sama halnya dengan pendapat Qatibi tentang fungsi kamus diatas adalah pendapat Mukhtar Umar yang menyebutkan juga bahwa fungsi kamus yaitu untuk menerangkan cara menulis kata, labih-lebih bila huruf alfabet yang ditulis tidak mewakili sepenuhnya suara yang dilafalkan, disamping untuk menentukan fungsi morfologis sebuah kata dan penentuan stress (tekanan) saat pelafalan.
Kamus dapat memberikan kita ilmu pengetahuan dan kekayaan kosakasa suatu bahasa. Kamus juga memberikan kita mamfaat untuk mengetahui,
1. Makna Kata, pada umumnya orang membuka kamus untuk mengetahui makna atau arti sebuah kata yang belum diketahuiinya atau yang masih meragukannya.
2. Lafal Kata, menjelaskan lafal atau ucapan sebuah kata yang baku dan yang tidak baku.
3. Ejaan kata, member petunjuk bagaimana ejaan yang benar dari setiap kata.
4. Penyukuan kata, mengetahui cara pemenggalan sebuah kata atau suku kata
5. Kebakuan kata, mengetahui penggunaan kata baku dan kata tidak baku.
6. Informasi lain-lain, member informasi mengenai kata, asal-usul kata, kategori gramatikal kata, bidang pemakaian kata dan pilihan penggunaan kata.
7. Sumber istilah, untuk mencari istilah-istilah penting ketika seseorang akan membuat suatu konsep dalam suatu bidang keilmuan.
Manfaat kamus yang dihasilkan secara langsung ialah:
1. Menambah dan mengembangkan perbendaharaan kata
Tidak hanya kata per kata, melainkan juga kalimat, klausa, frasa, dan bahkan peribahasa.
2. Merangsang 4 kemampuan utama bahasa Indonesia dan asing.
Saat menyaksikan film, meski tidak Anda sadari, Anda tengah mengasah 4 kemampuan utama dalam penguasaan bahasa asing setiap kali Anda memadukannya dengan membuat kamus sendiri: listening (menyimak pemilihan, pengucapan, dan intonasi kata-kata dari para pemeran film),writing (saat Anda menuliskan apa yang Anda simak — meski Anda tidak tahu cara pengejaan suatu istilah dengan tepat, otak Anda akan terangsang untuk mencari padanan ejaan yang sesuai), reading (saat Anda membaca kembali kata-kata yang sudah Anda tulis — menuliskan dan membaca kembali sesuatu yang Anda anggap penting mampu membuat Anda lebih mengingat dan memahami hal bersangkutan), dan speaking (saat Anda menggunakannya dalam percakapan nyata — atau paling tidak saat Anda melafalkannya). Keempat language skills tersebut, bila diterapkan secara nyata, berkaitan erat dengan rangsangan terhadap 3 linguistic skills (perbendaharaan kata/ vocabulary, tata bahasa/ grammar, pelafalan/ pronunciation).
3. Membantu Anda dalam menulis
Bukan hanya bagi freelance writer, tetapi juga untuk freelancer di bidang lain. Selain lebih mempermudah Anda dalam membuat tulisan (bagifreelance writer), perbendaharaan kata yang kaya juga membantu Anda dalam berkomunikasi dengan klien maupun calon klien asing dengan tidak melulu menggunakan istilah yang sama dan monoton. Memang bukan jaminan langsung mendapatkan proyek, tapi setidaknya pihak terkait tidak akan bosan dengan istilah “I think” atau “I can” yang terus-menerus Anda tulis dan/atau ucapkan
C. Kendala dan Tantangan terhadap Leksikografi
Dalam penyusunan kamus, melalui berbagai tahap sehingga menjadi sebuah kamu yang berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam tahap-tahap tersebut mengalami berbagai kendala atau masalah yang muncul yakni sebagai berikut :
1. Kendala dari segi Tujuan Kamus
Kamus disusun bukan untuk bahan bacaan semata, melainkan untuk menambah pengetahuan yang sebelumnya belum pernah diketahui. Kamus ini ditujukan pada siapa dan seberapa besar ruang lingkupnya. Ruang lingkup tersebut terdiri dari lema-lema yang dimuat, dan makna atau definisi yang terdapat dalam kamus. Sedangkan masalah yang dihadapi pada tahap ini adalah kerumitan dalam penyusunan kamus yang tidak terkonsep.
2. Kendala dari segi Korpus Data
Korpus data menyangkut masalah substansi bahasa sumber, bahasa sasaran, dan ruang lingkup. Apabila bahasa sumbernya belum mempunya ragam bahasa tulis, dapat dilakukan dengan cara merekam bahasa tersebut dari pertuturan yang dilakukan oleh para penutur bahasa. Setelah perekaman tersebut selesai, maka langkah selanjutnya adalah mentranskipsikan kedalam bentuk bahasa tulis. Kesalahan dalam mengambil korpus data akan menyebabkan kamus yang disusun tidak mencapai sasaran, atau tidak berguna.
3. Kendala dari segi Pengumpulan Data
Masalah dalam pengumpulan data, seperti penyusunan kamus ekabahasa bahasa Indonesia. Maka data yang diambil berupa kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, dan lain-lain. Selain masalah yang tersebut di atas terdapat juga masalah yakni adanya bentuk-bentuk berkenaan dengan variasi ucapan dan perbedaan ejaan.
4. Kendala dari segi Lema dan Sublema
Lema atau entri dalam bahasa indonesia berupa morfem dasar, baik yang bebas ataupn yang terikat. Sedangkan sublema atau subentri berupa bentuk turunan, baik yang berimbuhan, yang berulang, maupun yang berkomposisi. Masalah lema dan sublema ini akan muncul jika akan disusun atau didaftarkan di dalam kamus.
5. Kendala dari segi Masalah Makna
Dalam pemberian makna banyak masalah yang timbul seperti :
a. Patokan yang menyatakan bahwa sebuah kata telah diberi makna atau definisi dengan jelas.
b. Sukar memberi makna untuk kata kerja
c. Banyak kata yang maknanya di satu tempat tidak sama dengan tmpat yang lain.
d. Banyak kata yang maknanya telah berubah, baik meluas maupun menyempit.
6. Kendala dari segi Label-label Informasi
a. Menentukan kelas kata sebuah kata bahasa indonesia tidak mudah
b. Kata-kata yang masih terasa asing dalam bahasa ilmiah perlu diberi keterangan mengenai asal-usul.
c. Pemakaian kata-kata istilah harus jelas.
Banyak orang mengatakan bahwa dalam penyusunan kamus sangatlah gampang, namun pada buktinya bagi meraka yang ingin meyusun sebuah kamus harus memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas.
Dalam penyusunan kamus hal yang paling menantang adalah kebosanan untuk penyusunannya karena kosakata sebuah bahasa tidak bias diperhitungkan bahkan melebihi dariu apa yang kita pikirkan. Bahkan seoarang ahlidalam penyusunan kamus mengatakan bahwa penyahat yang kompeten seharusnya tidak dikurang dalam senuah penjara dalam kurun waktu yang panjang hanya dengan berdiam diri saja tetapi apabila disuruh menyusun kamus merupakan seksaan yang paling mahadahsyat yang mampu membuat diri seseoarang terguncang.
Langganan:
Komentar (Atom)








